PASTE NAVIGATION MENU CODE

Rabu, 12 Mei 2010

, ,

Dalam Diri kita

Kawan,
Aku ingin menceritakan sebuah kisah kepadamu. Tentu saja kisah ini merupakan kisah fiktif alias bohongan. Tetapi bukankah kita sangat suka dengan cerita-cerita yang belum tentu kebenarannya? Bukankah budaya gosip yang tumbuh subur ditengah-tengah kita mengindikasikan hal tersebut ? Ah, aku tidak mau ambil pusing dengan hal tersebut. Bagiku cerita apa pun itu yang paling menarik ialah hikmah dibaliknya. Simple aja kan.

Kawan,
Ada seorang guru yang sedang mengajarkan kapada murid-muridnya tentang keajaiban dunia. ‘Baiklah,siapa diantara kalian yang bisa menyebutkan keajaiban dunia. Angkat tangan.”teriak Ibu Guru.
“Saya Bu!”, seorang anak bertubuh gendut mengangkat tangannya.
“Coba sebutkan.”
“Candi Borobudur”, jawabnya dengan mantap.
“Benar. Ada lagi yang lain?”
“Saya Bu !, seorang gadis kecil pemakai kacamata yang duduk di depan langsung berucap,”Piramida di Mesir.”
“Tepat sekali, manis. Yang duduk dibelakang ada yang mau mencoba menyebutkan ?”, tanya Ibu Guru kepada barisan ‘gerombolan siberat’. Sebutan bagi anak-anak yang suka bikin gaduh di ruang kelas.
“emmmm……maaf Ibu, saya tidak tahu”, jawab salah seorang anak dengan gugupnya.
“Lain kali jangan ribut sendiri ya”, ujar Bu Guru kepada anak tersebut,”Baiklah, ada lagi yang mau menyebutkan tentang keajaiban dunia yang lain.”

Ruang kelas menjadi senyap. Tampaknya para murid sudah tidak bisa menyebutkan keajaiban dunia yang lain, pikir Ibu Guru. Tetapi pas ketika Ibu Guru akan menyebutkan keajaiban dunia yang lain, ada seorang gadis cilik yang duduk di pojok ruangan, dengan ragu-ragu mengengkat tangannya.
“Iya, coba sebutkan keajaiban dunia yang lain, sayang.”
“maaf Ibu, bagi saya keajaiban dunia antara lain bisa melihat, bisa mendengar, bisa merasakan, bisa mencintai, bisa punya banyak teman, dan bisa tersenyum bahagia.”ujar gadis tersebut.

Kawan,
Terkadang kita terlalu silau dengan “keajaiban-keajaiban” yang telah dibuat manusia, dan lupa bahwa kita punya banyak keajaiban yang telah Tuhan anugerahkan, yang terkadang kita anggap itu semua adalah hal yang ‘biasa’ saja.

Mungkin memang benar, hal yang paling sering kita lupakan pada umumnya ialah hal yang terdekat dengan kita.

0 komentar:

Posting Komentar